Telpon seluler, atau lebih sering disebut dengan HP, mulai masuk di Indonesia awal tahun 90-an. Saya mulai pakai tahun 92, ketika menjabat sebagai Pinwil BRI Surabaya. Itupun inventaris kantor, karena harganya masih mahal sekali, sampai Rp17 jutaan. Saya baru beli HP sendiri sekitar akhir tahun 95. Sekarang semua orang punya HP, termasuk tukang sayur, tukang [...]
Archive for the 'Sketsa' Category
Can you leave home without HP?
April 29, 2009Film-film lama
Oktober 24, 2008Salah satu hobi saya adalah nonton film. Hobi ini sudah saya lakukan sejak kecil dulu sampai sekarang. Kalau dulu setiap kali nonton harus pergi ke gedung bioskop, sekarang cukup di rumah saja dengan menonton di TV. TV kabel menawarkan saluran yang khusus memutar film non-stop 24 jam. Sampai tahun 60-an, sebelum ada TV, hiburan yang [...]
Mengurangi kecelakaan di lintasan KA
September 16, 2008Kecelakaan di lintasan kereta api (KA) sudah sering sekali terjadi. Sampai saat ini barangkali sudah ratusan jiwa melayang akibat tabrakan di lintasan KA. Umumnya yang terjadi adalah kendaraan yang melewati lintasan tanpa palang pintu, dirabrak kereta yang sedang lewat. Dapat juga terjadi petugas lintasan lalai tidak menutup palang pintu ketika KA akan lewat. Namun tidak [...]
Perkawinan yang kekal
September 7, 2008Perkawinan merupakan ikatan antara dua individu, laki dan perempuan, untuk hidup bersama dibawah satu atap dalam waktu yang lama. Perikatan ini diharapkan dapat berlangsung langgeng dan kekal, bahkan sampai akhir hayat. Di perkawinan Jawa, harapannya selalu agar tiap pasangan sampai kaken-kaken lan ninen-ninen (kakek-kekek dan nenek-nenek) kaya mimi lan mintuna. Mimi dan mintuna adalah binatang [...]
Cita-cita
Juli 27, 2008Sejak kecil anak-anak sudah sering ditanya :”Nanti kalau sudah besar mau jadi apa.”. Sebenarnya yang ingin ditanyakan apa cita-citanya nanti. Cita-cita seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan terdekatnya, seperti apa yang dikerjakan orang tua, ayah atau ibunya, sangat mempengaruhi pilihan cita-cita mereka. Yang ayahnya dokter akan cenderung memilih dokter sebagai cita-cita, begitu pula yang ayahnya [...]
Kekayaan bahasa Jawa
Mei 26, 2008Di Indonesia ada tren, khususnya di kalangan pejabat, kalau berbicara didepan publik selalu dicampur-campur dengan bahasa asing (Inggris). Mungkin memang karena tidak ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang pas, tetapi lebih banyak untuk gagah-gagahan supaya kelihatan modern dan pinter. Di lingkungan akademisi atau dalam pertemuan-pertemuan ilmiah, penggunaan kata-kata asing memang sulit dihindari. Mencari padanannya dalam [...]
Acara foto-foto yang mengganggu
Februari 5, 2008Pada acara resepsi perkawinan, prosesi umumnya dimulai dengan kirab penganten, yatitu masuknya rombongan pengantin ke gedung pertemuan. Kemudian setelah pengantin dan kedua orang tua menempati kursi pelaminan, acara dilanjutkan dengan sambutan mewakili kedua orang tua dan pembacaan doa. Sambutan biasanya singkat saja karena merupakan formalitas ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran [...]
Tentang wong Solo
Januari 15, 2008
Judul tulisan ini sengaja kami buat “Memahami wong Solo”, bukan memahami orang Jawa, karena memang orang Solo berbeda dengan orang Surabaya, orang Semarang, orang Banyumas, walaupun semua yang terakhir ini oleh orang luar sering disebut orang Jawa. Bahkan orang Solo berbeda dengan [...]
Banyak makna dibalik nama
Januari 1, 2008Oleh : Papah Doni
Di Negara-negara Barat nama orang umumnya terdiri dari minimal dua kata, yaitu first name dan last name. Last name atau surname ini sangat praktis untuk membedakan kalau ada dua orang yang kebetulan mempunyai nama depan yang sama, misalnya antara Robert Mitchum dengan Robert Wagner. Surname memang nama keluarga tetapi bukan dalam arti [...]
Setelah 61 tahun merdeka : Mengenang jaman normal
Januari 1, 2008Dulu ketika masih kecil ayah saya sering cerita betapa enaknya hidup di jaman normal. Apa-apa murah, gaji lebih dari cukup, bahkan dari gaji saja bisa pelesir, menabung atau membeli rumah. Yang dimaksud ayah saya adalah jaman masih dijajah Belanda dulu, sebelum kita merdeka. Orang pribumi yang bisa menikmati jaman normal umumnya para priyayi atau amtenaaren. [...]