Selesai kuliah pada awal tahun 72, seperti teman-teman yang lain, saya juga ikut-ikutan ke Jakarta untuk cari pekerjaan. Katanya di Jakarta mudah mencari pekerjaan. Di Jakarta pertama-tama yang jadi “jujugan” pak Purwanto dam pak Witono, yang lebih beruntung karena telah lulus duluan dan sudah bekerja di SGV-Utomo, sebuah kantor akuntan publik patungan dengan Filipina. Melihat [...]
Archive for the 'Pengalaman di BRI' Category
Nyidam jam Mido
Januari 7, 2008Susahnya mengatur makan siswa
Januari 2, 2008Selesai melaksanakan job-traning di Kanca BRI Tasikmalaya, pada bulan Februari 1974 kami siswa SUSWAKAKANCA I dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan klasikal di Pusdik Gatot Subroto. Seluruh siswa berjumlah 54 orang, terdiri dari 32 orang dalam dan 22 orang yang fresh graduate atau dari luar. Yang termasuk dari dalam antara lain pak Koyo, pak Dadi [...]
Gara-gara dihukum malah jadi sarjana
Januari 2, 2008Dalam posisi saya sebagai pimpinan, apakah di Cabang, Wilayah, atau Urusan, saya sering harus menjatuhkan hukuman jabatan. Dari segi kedinasan, seseorang melanggar aturan pegawai, tertangkap, dituduhkan, terbukti dan akhirnya dijatuhi hukuman jabatan, selesai. Dari segi kemanusiaan dan hubungan antar orang per orang masalahnya belum selesai. Saya selalu emosional dan merasa menyesal setiap kali menjatuhkan hukuman [...]
Istri ikut membongkar kasus
Januari 2, 2008Pada bulan Agustus 79 saya menerima SK penugasan pertama sebagai Kakanca di Cibadak, sebuah kota kawedanaan yang terletak antara Bogor dengan Sukabumi. Semula Cibadak hanya ranting yang menginduk ke kanca Sukabumi. Pada akhir tahun 60-an ditingkatkan menjadi cabang penuh. Pada waktu saya menjabat disana, dinas-dinas tehnis dan pemerintah daerah(pemda) masih menganggap Cibadak bawahannya Sukabumi. Bagi [...]
Petugas saldi verval kok betah
Januari 2, 2008Setelah bertugas selama 3 tahun di Tasikmalaya, pada bulan Oktober 1975 saya menerima SK pindah dan promosi menjadi Wakil Kepala Kantor Cabang (Wakakanca) di Bogor. Sebetulnya sudah pengin segera berangkat, tetapi saya ditahan pak Moegiono(Kakanca) dan diminta ditunda sampai akhir awal Januari. Kebetulan waktu itu cabang Tasikmalaya merencanakan implementasi modernisasi pembukuan di akhir Desember, dan [...]
Tidak dapat kakaknya, adiknya juga boleh
Januari 2, 2008Saya datang di kanca BRI Tasikmalaya dengan status masih bujangan, belum punya pacar, umur sudah 27 tahun. Saya lihat teman-teman dari Sekapin/Suskapin umur 27 sudah punya 2 atau 3 anak. Jadi umur 27 belum belum kawin rasanya kok sudah tua sekali. Pangkat masih Tenaga Bulanan Lepas (TBL), gaji masih kecil, tetapi tidak ada salahnya kalau [...]
Orang tua lebih sensitif
Januari 2, 2008Saya secara resmi diterima di BRI pada tanggal 1 Desember 1972 sebagai Siswa SUSWAKAKANCA I dengan status Tenaga Bulanan Lepas(TBL). Saya masih ingat gaji pertama, atau tepatnya honor, sebesar Rp16.500,- (Gaji saya waktu di SGV-Utomo sudah Rp30.000,-). 1 bulan pertama saya harus mengikuti program orientasi di Pusdik Gatot Subroto. Beberapa pengajarnya yang saya masih ingat [...]
Awal karir di BRI
Januari 2, 2008Begitu lulus dari fakultas ekonomi Undip tahun 1972, saya ikut-ikutan teman-teman yang lain ke Jakarta untuk cari pekerjaan. Pada waktu itu orientasinya selalu Jakarta, katanya disana mudah cari pekerjaan. Teman tentir(belajar) saya, Purwanto dan Witono sudah duluan ke Jakarta dan bekerja di SGV-Utomo, Kantor Akuntan Publik(KAP) yang terkenal, patungan Indonesia-Filipina. Sebagai orang Jawa saya juga [...]